Kisah Nyata Kanibal Yang Menggegerkan Dunia

Kanibalisme atau manusia yang memakan daging makan manusia merupakan suatu tindakan yang sadis, mungkin merupakan hal yang paling tabu dalam budaya manusia. Sepanjang sejarah, pelaku kanibal terus saja terjadi.

Sejak dahulu kala, perihal manusia makan manusia ada kalanya terjadi, dan cukup banyak faktor yang memicu terjadinya tindakan sadis itu. Karena adat dan budaya, karena demi bertahan untuk kelangsungan hidup, atau hanya untuk bersenang-senang, tidak peduli apapun alasannya, pelaku kanibal itu tidak dapat dimaafkan.

Berikut mari simak sejenak dua kisah nyata kanibalisme ini.

Alferd Packer si kanibal gila yang memakan teman-temannya.

kanibal
Alferd Packer membunuh dan memakan teman-temannya untuk bertahan hidup.

Alferd Packer adalah seorang pemburu emas di Amerika yang dihukum selama 40 tahun karena kasus kanibal.
Pada 9 Februari 1874 silam, ia dan lima orang rekannya melakukan ekspedisi di pegunungan Colorado.

Dua bulan kemudian, Packer kembali sendiri, ketika ditanya mengenai kondisi rekan-rekannya, Packer mengakui bahwa dia telah membunuh mereka dan terpaksa memakan teman-temannya demi bertahan hidup karena tidak mendapatkan makanan.

Awalnya, banyak orang yang tidak percaya dengan ceritanya, tapi, setelah investigasi lebih lanjut, Packer akhirnya menandatangani dua salinan BAP atas pengakuannya, dan dijatuhi hukuman 40 tahun penjara yang merupakan hukuman terlama sepanjang sejarah Amerika Serikat.

Anehnya, karena masih ada cukup bukti yang membuktikan dirinya tidak bersalah, ia diberikan pembebasan bersyarat.

Pada tahun 1994, sebuah film berjudul “Cannibal : The Musical” yang diangkat dari kisah nyata Packer seketika menimbulkan sensasi, dan seiring dengan itu kisah kanibalnya pun mulai tersebar luas.

Si kanibal sadis Albert Fish (1870-1936) memakan anak-anak

Kanibal
Albert Fish membunuh dan memakan anak-anak hanya untuk bersenang-senang.
loading...

Ditilik dari sudut manapun, Albert Fish adalah seorang binatang dalam arti sebenarnya. Julukannya adalah “Pembunuh cahaya rembulan”, “Manusia srigala werewolf” dan “Vampire di Brooklyn.

Dia penderita gila dan sadis, dan yang lebih menjengkelkan perbuatan sadisnya itu hanya untuk bersenang-senang. Ia merasa mendapatkan kepuasan terbesar dari perbuatan jahatnya.
Selain terbukti sebagai pembunuh berantai dan setan kanibal, ia juga sesosok pedofil dan paranoid. Dia pernah melakukan tindak kekerasan seksual terhadap sekitar 300 korban, dan juga membunuh lima belas anak-anak.

Albert Fish akan memotong-motong dan memakan tubuh korbannya setelah membunuh mereka, memiliki kecenderungan penyiksaan serius. Alasannya melakukan kejahatan karena ditinggalkan oleh anak-anaknya sendiri, sehingga membuatnya sangat benci pada anak-anak, dan berkembang menjadi seorang pedofilia.

Salah satu kasus yang menggegerkan adalah perlakuannya pada bocah perempuan usia 10 tahun asal Manhattan yang dia culik kemudian dibunuhnya dengan sadis.

Mayatnya dicincang kemudian dimakan. Enam tahun kemudian, dia dengan santainya mengirim surat pada keluarga bocah tersebut, yang isinya menjelaskan bagaimana ia menculik, membunuh dan mencincang bocah tak berdosa itu.

Dia menceritakan secara detail apa yang dilakukannya, sambil mengatakan, bahwa dia senang melakukan itu.

Akhirnya, polisi berhasil menangkap monster ini dan karena perbuatan sadisnya. Ia yang berusia 66 tahun ketika itu menjalani eksekusi di Sing Sing Correctional Facility, New York, pada 16 Januari 1936.

Facebook Comments

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Komentar Anda