Sebuah laporan Organisasi Kesehatan Dunia baru-baru ini menemukan 570.000 anak di bawah usia lima tahun meninggal setiap tahun akibat infeksi pernafasan, seperti pneumonia, yang disebabkan polusi udara dalam ruangan dan luar ruangan, maupun asap rokok.

Para peneliti di University of Surrey juga menemukan, anak-anak usia prasekolah terkena polusi paling tinggi saat berdiri di halte bus, di sekitar lampu lalu lintas, persimpangan jalan, serta di sisi jalan ketika mereka ingin menyeberang jalan.

Sehingga, mengajarkan anak untuk menggunakan masker sejak dini selama perjalanan ke sekolah bisa menjadi solusi.

Bagi orangtua yang kerap membawa bayi mereka ke daerah padat kendaraan, peneliti menyarankan menggunakan kereta dorong bayi dengan penutup untuk mengurangi paparan polusi udara.

Anak-anak lebih rentan dari orang dewasa

Dr Prashant Kumar, peneliti utama studi mengatakan, “Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa anak-anak jauh lebih rentan terhadap polusi ketimbang orang dewasa, karena sistem tubuh dan perkembangan mereka yang belum matang, termasuk berat badan yang masih rendah.”

Temuan ini memberikan wawasan baru bagi keluarga yang berjalan kaki atau naik kendaraan umum ke dan dari sekolah bersama anak-anak.

Pada dasarnya, Kumar menambahkan, anak-anak juga bisa berisiko menghirup beberapa jenis kimia jahat dan berbahaya seperti zat besi, aluminium hingga silika, yang dapat memengaruhi kekebalan tubuh hingga kecerdasan.

Salah satu cara paling sederhana untuk mengatasi hal ini adalah dengan menggunakan masker atau penutup di kereta dorong bayi, terutama pada tempat rawan polusi seperti persimpangan lalu lintas.