Tapi beberapa penyakit tidak cuma memengaruhi fungsi tubuh secara keseluruhan saja, namun juga merombak total penampilan fisik Anda. Apa saja?

1. Vitiligo

Vitiligo menyebabkan warna kulit Anda memudar belang-belang di berbagai area tubuh, seperti bercak panu yang meluas. Vitiligo terjadi akibat respon imun tubuh yang terganggu sehingga justru menghancurkan melanosit, sel pembuat pigmen kulit. Kulit belang akibat vitiligo dapat meluas hingga ke dalam mulut, kulit kepala, dan bahkan mata. Kondisi ini juga dapat membuat rambut Anda beruban dengan cepat. Dalam beberapa kasus, kulit Anda bisa kehilangan semua pigmen dan benar-benar berubah seputih kertas.

Raja pop Michael Jackson, komedian Graham Norton, dan model ANTM Winnie Harlow lahir dengan kondisi ini. Tidak ada obat untuk vitiligo, meskipun terapi perawatan tersedia untuk meratakan warna kulit Anda, seperti penggunaan foundation makeup, obat-obatan oral dan topikal, hingga cangkok kulit atau tattoo.

2. Diabetes

Diabetisi yang tidak mengendalikan kadar gula darah mereka bisa memiliki sejumlah komplikasi yang dapat mengubah penampilan fisik. Misalnya, infeksi di tangan atau kaki yang sulit sembuh sehingga menyebabkan pembusukan yang akhirnya mungkin memerlukan amputasi. Komplikasi diabetes lainnya, acanthosis nigricans, membuat kulit jadi menebal, menggelap, dan memiliki tekstur kasar seperti beludru.

Selain itu, diabetes yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko Anda mengalami peradangan gusi (periodontis) karena tubuh jadi lebih rentan terhadap infeksi bakteri akibat sistem imun yang tidak memadai. Kasus periodontis yang terlanjur parah bisa membuat gusi surut dan berlubang sehingga timbul nanah. Jika tidak diobati, ini dapat merusak tulang di sekitar gigi Anda, yang menyebabkan gigi mudah tanggal.3. Osteoporosis

Sekitar 200 juta orang di seluruh dunia menderita osteoporosis. Penelitian terbaru dari International Osteoporosis (IOF) melaporkan bahwa 1 dari 4 perempuan Indonesia usia 50-80 tahun berisiko osteoporosis. Pengeroposan tulang mengakibatkan tulang belakang melengkung, bahkan bisa retak dan tegencet, yang akhirnya menyebabkan tubuh Anda membungkuk.

4. Lupus

Ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu di sepanjang hidung dan pipi merupakan ciri khas penyakit lupus, gangguan autoimun yang dimulai ketika tubuh Anda menyerang organ dan jaringan dan menyebabkan peradangan. Anda juga mungkin mengalami lesi pada kulit Anda setelah paparan sinar matahari.

5. Anemia pernisiosa

 

Anemia pernisiosa dapat disebabkan oleh gangguan autoimun di mana sistem imun menyerang sel-sel dalam perut, sehingga usus kesulitan bisa menyerap vitamin B12 yang dibutuhkan untuk membuat sel darah merah. Gejala anemia perniosas mungkin termasuk kulit yang amat sangat pucat, lidah bengkak, dan pendarahan gusi, juga kelelahan dan hilang nafsu makan.

6. Alopecia areata

Jika Anda mulai mengalami kerontokan rambut sangat hebat sehingga menciptakan banyak area kebotakan besar dan belang-belang di seluruh kulit kepala, mungkin Anda memiliki alopecia areata. Alopecia areata adalah gangguan autoimun yang membuat sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut. Anda mungkin bisa kehilangan semua rambut di kulit kepala atau bahkan seluruh tubuh.

7. Epidermodysplasia verruciformis

Disebut juga sebagai penyakit Manusia Pohon, epidermodysplasia verruciformis adalah kelainan genetik langka yang menyebabkan tumbuhnya tumor seperti kulit dan akar pohon di seluruh bagian tubuh. Penyakit langka yang sempat menggemparkan dunia beberapa tahun lali karena ditemukan diidap oleh seorang pria asal Bandung ini disebabkan oleh peningkatan kerentanan tubuh terhadap HPV.

8. Hypertrichosis

Hypertrichosis adalah gangguan autoimun langka yang membuat seluruh bagian tubuh jadi tertutupi rambut panjang dan lebat, termasuk juga di wajah. Oleh karena itu, penyakit ini juga sering disebut sebagai Werewolf Syndrome karena orang yang terinfeksi penyakit ini terlihat sangat mirip seperti manusia serigala yang berbulu lebat.

loading...

9. Progeria

Progeria adalah kondisi genetik sangat langka yang memengaruhi anak-anak, disebabkan oleh sebuah cacat kecil dalam kode genetik. Hanya ada sekitar empat puluh delapan orang yang hidup dengan penyakit ini di seluruh dunia. Kata “progeria” berasal dari bahasa Yunani, “progeros” yang berarti tua sebelum waktunya.

Meskipun secara mental usia mereka memang benar masih di bawah umur, anak dengan progreria akan bertambah tua secara fisik. Seorang anak umur lima tahun mungkin memiliki fisik yang terlihat seperti seorang pria 80 tahunan dengan mata celong menonjol, hidung tipis dengan ujung berparuh, bibir tipis, dagu kecil, kulit keriput, dan telinga mencuat. Mereka juga menampilkan gejala klasik khas usia lanjut, misalnya kebotakan, penyakit jantung, pengeroposan tulang (osteoporosis), dan arthritis. Malangnya, anak yang terlahir dengan progeria akan mati di usia 13 tahun.

10. Displasia fibrosa

Displasia fibrosa adalah gangguan tulang langka yang menyebabkan jaringan parut seperti serat tumbuh menggantikan tulang normal. Pertumbuhan jaringan abnormal ini dapat menyebabkan tulang di sekitarnya mudah rusak atau patah, juga rentan terhadap pertumbuhan tulang baru.

Dalam kebanyakan kasus, displasia fibrosa hanya mempengaruhi satu tulang — paling sering tengkorak atau tulang panjang di lengan atau kaki. Displasia fibrosa jenis ini biasanya terjadi pada remaja dan dewasa muda. Pada beberapa kasus, “tulang-tulang” baru ini berkembang di seluruh persendian bagian tubuh sehingga membatasi gerakan dan membentuk kerangka kedua, mengubah mereka menjadi patung hidup. Itulah mengapa Displasia fibrosa juga sering disebut dengan Stone Man’s disease.

11. Bell’s palsy

Gejala Bell’s palsy dapat timbul “hanya” sebagai kedutan ringan, tetapi pada kasus yang lebih berat, penyakit ini dapat menyebabkan kelemahan atau bahkan kelumpuhan pada bagian tubuh — yang biasanya terjadi di salah satu sisi wajah saja. Bell’s palsy terjadi ketika saraf yang mengendalikan gerakan otot di wajah membengkak, meradangm atau tergencet, tapi penyebab pastinya belum jelas.

Karena gerakan saraf wajah juga mengendalikan gerak kelopak mata dan ekspresi wajah, fungsi-fungsi ini juga dapat terpengaruh, yang menyebabkan perubahan penampilan fisik. Tapi saraf juga terlibat dalam fungsi kelenjar air mata dan air liur,  serta telinga dan lidah. Ini artinya gejala lain dari Bell’s palsy dapat mencakup kelopak mata yang merosot seperti mata malas, sudut mulut turun seperti cemberut permanen, dan air liur serta air mata yang bisa terus menetes.